Setelah anda membuat konten kemudian membagikannya, tentu anda ingin mengetahui bagaimana respon pembaca apakah mereka merasa puas dengan konten anda atau tidak. Apakah ada hal positif yang mereka dapatkan setelah membaca konten anda atau tidak? Itu semua bisa anda ketahui dengan cara analisa konten dengan Gooogle analytics.

Mungkin sebagian besar content marketer yang masih pemula tidak peduli dengan hal ini. Mereka hanya tulis publish tulis publish tanpa melihat bagaimana respon orang lain ketika membaca konten yang dia bagikan.

Dalam dunia blogging, mengetahui tanggapan dari pembaca adalah hal yang sangat penting. Kenapa saya katakan penting? Iya karena dengan mengetahui respon pembaca kita dapat mengoreksi kesalahan dari penulisan jika respon mereka tidak baik.

Nah, di sinilah peran analisa konten berfungsi.

Analisa Konten dengan Google Analytics

Dengan analisa konten, anda akan mudah dalam pengumpulan data yang bisa anda olah menjadi tindakan yang bisa segera anda lakukan untuk meningkatkan traffic, konversi, maupun penjualan.

Untuk mendapatkan data-data dari konten, anda membutuhkan beberapa alat bantu misalnya Google Analytics. kenapa saya sarankan menggunakan tool ini, karena ini salah satu alat terbaik dan gratis. Untuk itu sebaiknya anda memasang tool ini.

Ketika anda baru memasangnya, data anda masih kosong. Jadi membutuhkan sekitar 3-5 hari untuk mengumpulkan data-data yang bisa anda gunakan untuk menganalisa konten.

Google Analytics membantu anda dengan mengumpulkan data berupa angka dan dalam bentuk presentase. tapi itu saja tidak cukup, karena dengan melihat angka anda tidak tau apa yang harus dilakukan. Jadi, anda harus tau bagaimana cara untuk menerjemahkan data tersebut hingga bisa menjadi sesuatu yang bisa ditindaklanjuti.

1. Konten Populer dan yang Tidak

Data ini adalah hal yang harus anda pahami sebelum lanjut di tahapan berikutnya.

Caranya yaitu dengan menuju ke menu Behavior > Site Content > All Pages.

Setelah itu anda akan melihat konten apa saja yang paling banyak mendapatkan kunjungan.

Setelah mengetahui konten apa saja yang populer, saatnya memutuskan untuk menulis lebih banyak konten dengan topik yang serupa dengan konten populer tadi.

Dan untuk meningkatkan penjualan, pendaftaran dan lain sebagainya, konten populer tadi bisa anda edit seperti menambahkan unsur penjualan produk/layanan anda. Misalnya anda menyediakan Jasa Digital Marketing, maka di konten cara memulai berjualan online anda bisa menambahkan unsur yang lebih spesifik tentang Jasa digital marketing.

2. Konten yang Membuat Pengunjung Pergi

Alasan kenapa seseorang pergi dari website anda adalah karena mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di dalam website anda. Jadi tugas anda di sini mencari tau konten apa saja yang isinya kurang bagus. Indikasi konten yang isinya kurang bagus yaitu Konten yang Avg.time on page rendah dan bounce rate atau Exit tinggi.

Setelah mengetahui konten apa saja yang isinya tidak bagus, waktunya untuk melakukan perbaikan dengan cara :

  • Tingkatkan bobotnya dan materinya
  • Perbaiki struktur internal link

Setelah anda selesai melakukan perbaikan, silahkan tunggu sekitar seminggu sampai data yang dibutuhkan terkumpul. Jika datanya sudah ada, silahkan bandingkan antara sebelum dan sesudah konten itu diperbaiki. Anda bisa menggunakan fitur di kanan atas dari Google Analytics untuk membandingkan sebelum dan sesudah untuk rentang waktu tertentu.

3. Konten yang SEO-nya Kurang

Dalam tahap ini, kita akan mencari tau konten apa saja yang sering muncul di mesin pencarian, yaitu dengan cara masuk ke menu Acquisition > SEO > Landing Pages.

Anda bisa menganalisa data-data yang ada seperti :

  • Landing page: halaman website anda
  • Impressions: berapa kali website anda muncul dalam hasil pencarian
  • Clicks: berapa kali website anda di-klik dari hasil pencarian
  • Average position: rata-rata posisi website di hasil pencarian (dari beberapa kata kunci dan user)
  • CTR: rasio antara orang yang melakukan klik dengan total impression

Untuk memperbaiki ranking anda di hasil pencarian, ya tentu anda harus memperbaiki SEO konten anda. Selain SEO, menggunakan teknik promosi juga sangat bagus untuk menaikkan rangking website.

Nah, ada juga kasus dimana rangkingnya baik tapi jumlah klik dan presentase CTR-nya rendah. Untuk meningkatkan CTR, anda harus memperbaiki judul halaman

4. Konversi yang Kurang Baik

Tahap ini sangat penting diketahui bagi anda yang memanfaatkan konten anda sebagai bentuk pemasaran atau content marketing. Untuk mendapatkan penjualan, pendafataran dan lain sebagainya, anda harus tau konten mana yang memiliki konversi yang kurang bagus agar bisa anda benahi.

Untuk meningkatkan Konversinya, anda harus meningkatkan kualitas konten. Karena semakin tinggi kualitas konten maka semakin tinggi pula tingkat konversi dapat ikut meningkat.

Kedua, lakukan strategi internal link, maksudnya arahkan konten anda yang masih tahap pengenalan sampai ke penjualan. Dalam arti andalah yang harus mengantarkan pembaca agar mau melakukan pembelian

5. Distribusi/Promosi

Langkah terakhir dari pembahasan ini yaitu distribusi atau yang lebih dikenal dengan promosi konten. Bukan hanya isi konten saja yang bisa anda analisa, tapi efektivitas distribusi konten juga bisa anda analisa.

Anda harus tau bahwa tidak semua tempat distribusi konten memberikan hasil yang sama. Seperti yang saya katakan tadi bahwa traffic yang besar bukan berarti tingkat konversinya juga besar. Bisa jadi anda anda melakukan distribusi/promosi yang sia-sia.

Agar bisa melakuakan distribusi yang tepat, anda harus tau tempat/teknik distribusi yang dapat memberikan hasil yang baik. Caranya Masuk ke menu Acquisition > All Traffic > Source/Medium.

Di situ anda bisa melihat sumber dan media mana saja yang bisa memberikan konvensi yang terbaik.

Bagi orang awam, melakukan analisa adalah hal yang menakutkan bagi mereka. Itu karena di dalamnya berhubungan dengan angka-angka dan istilah yang asing. Padahal melakukan analisa adalah aspek yang sangat penting dalam digital marketing. Semoga bermanfaat